Senin, 13 April 2026

Antara Yesus, Logos, Memra, Tuhan, dan Inkarnasi. Yesus Bukanlah Logos Yang Berinkarnasi Menjadi Manusia? Yesus Baru Jadi Tuhan Setelah Dibangkitkan? - Membahas Pengajaran Pak Erastus Sabdono (GSKI)

Teologi Kristen Yesus

Iseng-iseng browsing random di Facebook, entah kenapa langsung bisa nyasar ke banyak postingan-postingan yang mengkritisi ajaran pendeta Erastus Sabdono dari GSKI terbaru yang mengajarkan bahwa Yesus bukanlah Logos yang berinkarnasi jadi manusia dan Yesus sendiri baru jadi Tuhan setalah dibangkitkan.

Padahal sudah cukup lama, bertahun-tahun malah, tak tertarik melihat postingan-postingan teologi dan juga perdebatan-perdebatan teologi di Facebook dan Youtube, entah kenapa semalam nongol tiba-tiba saat browsing random.

Postingan youtubenya berasal dari sini >https://www.youtube.com/watch?v=xprvZo3KkRQ, dan saya coba kutip pernyataan dari menit 1.02.56 yang berbunyi seperti:

"Jadi Memra dijadikan pengganti sebutan Yahweh dan sudah menjadi hal yang umum, dengan demikian mestinya kata Logos yang adalah terjemahan kata Memra, sudah mengacu pada Yahweh, tapi masalahnya kemudian para teolog khususnya di bad ke ke-3 dan ke-4, mempercayai bahwa Firman itu menjelma, Logos itu menjelma menjadi manusia, dan itu menjadi dasar keyakinan yang diturunkan dari generasi ke generasi. Seperti yang tadi saya katakan, bahasa Aram yang digunakan sehari-hari oleh Yahudi di Palestina"
1.09.20
"Kalau Yesus dikatakan menjelma menjadi manusia, maksud saya Logos menjelma menjadi manusia, Yesus itu penjelmaan dari Logos, itu tidak benar dan harus dikoreksi dengan cerdas dan teliti membaca Alkitab teks per teks, tanpa terbelenggu oleh premis-premis tertentu. Tadi bicara-bicara dengan sahabat-sahabt GSKI Rehobot Kebun jeruk sebelum saya memimpin doa, lalu disampaikan bahwa, pengajaran ini sudah lama dipahami orang demikian. Lalu mengenai Alfa Omega, selama ini orang beranggapan bahwa Alfa Omega itu Yesus, padahal bukan, Alfa Omega itu Bapa."

Intinya, jika kita menonton video dan argumennya, beliau ingin mengatakan bahwa bahwa Yesus bukanlah Logos yang berinkarnasi jadi manusia dan Yesus baru jadi Tuhan setelah kebangkitan-Nya. Bahkan, di video tersebut pak Erastus Sabdono sampai harus mentarik buku Tritunggalnya dari peredaran karena beliau merasa sudah mendapatkan pencerahan baru sehingga apa yang beliau tulis dulu soal Tritunggal, harus dirombak lagi dari fondasinya karena beliau sudah mendapatkan pencerahan baru bahwa Yesus bukanlah Logos yang berinkarnasi jadi manusia, dan Yesus baru jadi Tuhan setelah kebangkitannya.

Dalam hal ini, sebenarnya sah-sah saja seseorang beropini, hanya saja hal itu jadi bermasalah kalau pak Erastus tidak menganggap itu opini, tetapi hasil pencerahan Roh Kudus. Dengan mengatakan bahwa pemahaman ini berasal dari Roh Kudus, maka seakan-akan benteng sudah dibentuk sehingga mereka yang tidak setuju bahwa Yesus bukan inkarnasi Logos, maka menentang Roh Kudus.

Sayang sekali juga, bahwa dibangun benteng lain juga bahwa mereka yang tidak setuju dengan pandangannya bahwa Yesus bukanlah inkarnasi Logos, itu sudah dicap memiliki premis-premis dasar salah dalam membuat kesimpulan.

Sayangnya harus dikatakan seperti itu. Padahal kalau hanya beropini tanpa membawa embel-embel Roh Kudus dan premis, ya tidak apa-apa. Namanya juga hanya opini, tetapi ketika sudah dibentengi bahwa ini dari Roh Kudus dan bukan berdasarkan premis yang salah, maka itu sama saja sudah mengklaim bahwa pemahaman kita sudah paling benar, dan yang tak setuju dianggap tak berlogika dan memiliki banyak premis-premis dan melawan pemahaman Roh Kudus.

Pemahaman Yesus adalah inkarnasi Logos, bukanlah berdasarkan premis. Namun, benar-benar berdasarkan data yang dikumpulkan, dan baru disimpulkan berdasarkan data yang ada Kita buang dulu frase-frase "ini pemahaman Roh Kudus" dan bla-bla-bla, tetapi kita berfokus pada data.

Jadi kita coba menganalisa data

1. Apakah Yesus Sudah Ada Sebelum Penciptaan?

"Dan Dia ada sebelum segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam dia"
Yunani: καὶ αὐτός ἐστιν πρὸ πάντων, καὶ τὰ πάντα ἐν αὐτῷ συνέστηκεν
Transliterasi:kai autos estin pro panton, kai ta panta en auto synesteken
Kolose 1:17, Teks Byzantium, Terjemahan Literal

Dari Kolose 1:17 di atas, sudah tertulis bahwa Yesus sudah ada sebelum segala sesuatu. Kenapa? Karena kronologinya adalah sebelum penciptaan dunia, yang terjadi adalah Yesus diperanakkan dari Bapa sebagai Anak dan juga sebagai Logos, barulah setelah itu Bapa dan Yesus sama-sama menciptakan dunia. Itu sebabnya di dalam Yohanes 1:1 berkata seperti ini

"Pada mulanya adalah Logos, dan Logos bersama-sama dengan Theos, dan Logos itu adalah seorang Theos.
Dia bersama-sama dengan Theos pada mulanya.
Segala sesuatu dijadikan melalui dia, dan tanpa dia, tidak ada satu pun yang telah ada dijadikan"
Yunani: Ἐν ἀρχῇ ἦν ὁ λόγος, καὶ ὁ λόγος ἦν πρὸς τὸν θεόν, καὶ θεὸς ἦν ὁ λόγος.
οὗτος ἦν ἐν ἀρχῇ πρὸς τὸν θεόν.
πάντα δι᾽ αὐτοῦ ἐγένετο, καὶ χωρὶς αὐτοῦ ἐγένετο οὐδὲ ἕν. ὃ γέγονεν
Transliterasi:En Arkhe Hen Ho Logos, Kai Ho Logos Hen Pros Ton Theon, Kai Theos Hen Ho Logos
Houtos Hen En Arkhen Pros Ton Theon
Panta Di; Autou Egeneto, Kai Khoris Autou Egeneto Houde Hen, Ho Gegonen
Yohanes 1:1-3, Teks Byzantium, Terjemahan Literal

Yesus itu Anak yang dilahirkan Bapa sebelum penciptaan dunia, jadi pada awalnya, Anak sudah ada bersama-sama dengan Bapa dan Anak itu juga seorang Theos, bukan hanya Bapa yang Theos. Jadi adalah keliru jika berasumsi bahwa Yesus baru jadi Tuhan setelah kebangkitannya Makanya pengakuan iman Nikea berkata:

"Dan kepada satu Tuhan, Yesus Kristus, Anak Allah yang Tunggal, dilahirkan dari Bapa sebelum segala zaman"
Yunani: Καὶ εἰς ἕνα Κύριον Ἰησοῦν Χριστόν, τὸν Υἱὸν τοῦ Θεοῦ τὸν μονογενῆ, τὸν ἐκ τοῦ Πατρὸς γεννηθέντα πρὸ πάντων τῶν αἰώνων·
Transliterasi: Kai Hei Hena Kyrion Yesoun Khriston, Ton Hwiontou Theou Ton Monogene, Ton Ek Tou Patros Gennethenta Pro Panton Ton Aionon
Pengakuan Iman Nikea, Terjemahan Literal

Pengakuan Iman Nikea di atas berkata bahwa Yesus adalah "Dilahirkan dari Bapa sebelum segala zaman (ton ek tou patros gennethenta pro panton ton aionon τὸν ἐκ τοῦ Πατρὸς γεννηθέντα πρὸ πάντων τῶν αἰώνων·)", itu artinya Yesus dari awal memang sudah ada.

Jadi pengakuan Iman Nikea ini ada bukan karena premis, tetapi pengakuan iman Nikea murni merupakan hasil kesimpulan dari data-data yang sudah dikumpulkan oleh teolog-teolog zaman dulu.

Namun sayangnya, pak Erastus justru ingin mengatakan bahwa pengakuan Iman Nikea itu hanya berdasarkan premis-premis atau asumsi yang tak berdasar yang harus dikoreksi.

Berdasarkan data yang ada, jelas, kesimpulan yang tepat adalah Yesus dilahirkan dari Bapa sebelum segala zaman dan Yesus dari awal juga sudah memang seorang Theos. Jadi, keliru mengatakan berdasarkan datan Alkitab sendiri yang mengatakan bahwa Yesus baru jadi Tuhan setelah kebangkitan-nya.

2. Yesus Bukanlah Logos yang Berinkarnasi yang Jadi Manusia?

Jujur, ini pernyataan yang terlalu berani. Kenapa? Karena kalau anda cari datanya di Alkitab, yang tertulis justru Logos itu menjadi manusia

"Dan Logos itu menjadi daging dan Dia tinggal di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, Kemuliaan sebagai Anak Sulung yang bersama-sama dengan Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran."
Yunani: Καὶ ὁ λόγος σὰρξ ἐγένετο καὶ ἐσκήνωσεν ἐν ἡμῖν, καὶ ἐθεασάμεθα τὴν δόξαν αὐτοῦ, δόξαν ὡς μονογενοῦς παρὰ πατρός, πλήρης χάριτος καὶ ἀληθείας.
Transliterasi: Kai Ho Logos Sarx Egeneto Kai Eskenosen Hen Hemin, Kai Hetheasametha Ten Doxan Autou, Doxan Hos Monogenous Para Patros, Pleres Kharitos Kai Aletheias
Yohanes 1:14, Teks Byzantium, Terjemahan Literal

Sebenarnya dari ayat di atas, sudah tertulis jelas bahwa "Logos telah menjadi manusia (ho logos sarx egeneto ὁ λόγος σὰρξ ἐγένετο)". Ini ayat yang sudah jelas tertulis, bukan premis.

Ketika pengakuan Iman Nikea berkata, "dan dia dijadikan daging oleh Roh Kudus dan dari perawan Maria dan telah menjadi manusia (καὶ σαρκωθέντα ἐκ Πνεύματος Ἁγίου καὶ Μαρίας τῆς Παρθένου καὶ ἐνανθρωπήσαντα.)", ini bukanlah sebuah premis, tetapi benar-benar sebuah kesimpulan yang didapat setelah menganalisa data-data yang ada.

Jadi para teolog sama sekali tidak berpremis liar ketika mengatakan Logos berinkarnasi menjadi manusia, tetapi itu memang hasil deduksi yang mereka dapatkan setelah menganalisa data-data yang ada.

Sangat aneh jika pak Erastus Sabdono justru mengatakan bahwa pengakuan Iman Nikea, dan mereka yang percaya bahwa Yesus adalah Logos yang berinkarnasi menjadi manusia, adalah orang-orang yang belum mendapatkan pencerahan dari Roh Kudus dan orang-orang yang hanya berpremis tak berdasar.

Untuk yang membaca tulisan saya ini, tidak usah baperan karena saya juga tidak mengatakan pak Erastus Sabdono itu sesat seperti yang dilakukan rekan-rekan Protestan dan Katolik, dll tetapi tulisan ini murni hanya bentuk opini saya terhadap apa yang beliau ajarkan yang tentunya menurut saya, amat disayangkan jika menggebu-gebu mengatakan bahwa kita yang percaya bahwa Yesus dari dulu sudah Tuhan sebelum jadi manusia dan kita yang percaya bahwa Yesus adalah Logos yang menjadi manusia sebagai orang-orang yang belum mendapatkan pencerahan Roh Kudus dan hanya berpremis tak berdasar.

Tulisan ini dibuat bukan karena merasa paling benar daripada yang lainnya, tulisan ini hanya ingin menyanggah bahwa kita yang percaya bahwa Yesus adalah Tuhan sejak awal dan Yesus adalah Logos yang menjadi manusia, kami mendapatkan pemahaman itu bukan berdasarkan premis tak berdasar yang tak bisa dijelaskan, tetapi sebaliknya, kami memahami itu setelah mengumpulkan data dan mendeduksinya kepada sebuah kesimpulan, Yesus adalah Anak Bapa, Yesus juga Allah sejak awal, dan Yesus adalah Logos yang berinkarnasi menjadi manusia.

Sabtu, 11 April 2026

Yesus, Monogenes, Satu-Satunya Anak Allah, Tidak Ada Yang Lain - Membahas Pengajaran Pak Erastus Sabdono (GSKI)

Tritunggal Trinitas Kristen

Sebenarnya agak unik, tidak mau dibilang sesat, tapi di dalam setiap seminarnya, selalu mengklaim bahwa pemahaman beliau benar-benar berasal dari Roh Kudus dan benar-benar didasarkan atas nurani dan premis yang benar dan sudah tercerahkan. Dengan mengatakan demikian, maka sudah mengklaim bahwa APA YANG KELUAR DARI MULUTNYA, SUDAH PALING BENAR DAN TIDAK MUNGKIN SALAH KARENA BERASAL DARI ROH KUDUS LANGSUNG DAN DARI LOGIKA DAN PREMIS YANG BENAR sehingga siapa pun yang tak setuju dengan ajarannya, maka bisa dikatakan tidak mau tunduk pada Roh Kudus dan tidak memiliki logika atau tidak cerdas.

Dengan mengatakan bahwa Yesus bukanlah Logos yang berinkarnasi menjadi daging, maka sebenarnya pernyataan beliau sedang menyerang seluruh denominasi yang ada, karena baik Protestan, Katolik, Pentakosta, Karismatik, dll, semuanya mengakui Yesus adalah Logos yang menjadi manusia. Sejak permulaan Yesus adalah Logos yang ada bersama-sama dengan Bapa, dan setelah itu berinkarnasi menjadi daging, menjadi manusia. Sebenarnya ada apa dengan gereja ini?? Kenapa semua ajaran yang muncul yang konon katanya 100% sudah pasti dari Roh Kudus, tapi kenapa selalu ingin melawan Alkitab itu sendiri? Sebagai contoh:
1. Alkitab berkata di surga tidak ada kawin mengawinkan, gereja ini sebaliknya mengatakan bahwa ada kawin mengawinkan di sorga.
2. Lucifer adalah Anak Allah.
3. Roh Kudus adalah Perempuan.
4. Perpuluhan sudah tidak berlaku.
5. Yang terbaru ini adalah Yesus bukanlah Logos yang berinkarnasi jadi manusia, Yesus baru jadi Tuhan setelah kebangkitan, Logos itu tidak bernyawa, Yesus bukan Juruselamat, Yesus bukan Alfa dan Omega, Yesus bukan Terang dll.

Ini semua adalah ajaran yang jelas-jelas ingin menentang isi Alkitab itu sendiri dan sebenarnya dari semua, beliau ini apa grand desain dari semua ajaran ini?

Jadi tidak usah baper jika label sesat bertebaran dari sana sini, dari seluruh penjuru arah. Kenapa? Karena sejak awal, beliau sudah mengklaim bahwa pemahamannya ini dari Roh Kudus, dan yang tak sepakat dengan beliau dianggap salah dan tak benar. Jelas pernyataan seperti ini akan menyinggung seluruh denominasi seperti Katolik, Protestan, Ortodoks, Pentakosta, dan Karismatik yang meyakini bahwa Yesus adalah Logos yang berinkarnasi jadi daging.

Pengikut-pengikut fanatiknya biasanya merasa diri mereka paling pintar dan paling mendapatkan pencerahan sehingga jika dikritik, kita akan dikatakan tidak memahami konteks, ilmu belum sampai dan segala macam.

Ini terlihat justru seperti sebuah sekte. Dalam sosiologi agama, sekte itu memiliki makna semacam sebuah kelompok keagamaan atau politik yang memisahkan diri dari kelompok yang lebih besar, biasanya karena pertikaian tentang masalah-masalah doktriner.

Jadi sebenarnya sudah tidak berlebihan kalau ini menjadi semacam sebuah sekte.

Ciri-ciri pengikut sekte itu pasti rata-rata fanatik terhadap pemimpinnya, sangat fanatik melampaui akal sehat sehingga apa yang keluar dari mulut pemimpinnya, para pengikut sekte biasanya ketakutan untuk mengkritik dan mempertanyakan dan pemimpinnya terlihat menikmati status ini, ditakuti. Salah satu pandangan di video terbaru beliau mengenai Logos adalah ketika beliau berkata bahwa kemungkinan Yesus itu bukan satu-satunya Anak Allah, ada Anak-Anak Allah yang lain, dan Yesus hanyalah salah satu dari Anak-Anak Allah itu yang menjadi manusia.

Hal ini berbahaya, karena hal ini akan mengarah sebuah pemahaman bahwa ada Anak-Anak Allah lain yang statusnya seperti Yesus di sana. Itu sebabnya dulu beliau pernah berkata bahwa Lucifer adalah Anak Allah.

Pemahaman ini adalah pemahaman yang fatal secara doktrinal dan jelas-jelas sebenarnya dapat dibantah jika anda membaca Alkitab dengan teliti. Yesus itu adalah Anak Allah Satu-Satunya, alias "Monogenes μονογενής". "Monogenes μονογενής" itu artinya "Satu-Satunya Yang Diperanakkan/ Dilahirkan oleh Allah Bapa", tidak ada yang lain.

"Dan Logos itu telah menjadi daging dan tinggal di antara kita dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, kemuliaan sebagai "MONOGENES (ANAK TUNGGAL)" di samping Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran"
Yunani: Καὶ ὁ λόγος σὰρξ ἐγένετο καὶ ἐσκήνωσεν ἐν ἡμῖν, καὶ ἐθεασάμεθα τὴν δόξαν αὐτοῦ, δόξαν ὡς μονογενοῦς παρὰ πατρός, πλήρης χάριτος καὶ ἀληθείας.
Transliterasi: Kai Ho Logos Sarx Egeneto Kai Eskenosen En Hemin, Kai Ethesamentha Ten Doxan Autou, Doxan Hos Monogenous Para Patros
Yohanes 1:14, Teks Byzantium, Terjemahan Literal

Jadi, dari ayat Yohanes 1:14 di atas, tidak ada anak-anak Allah yang lain yang "Monogenes μονογενής" selain daripada Yesus. Yesus satu-satunya Anak Allah yang Tunggal alias "Monogenes μονογενής".

Jadi status Anak Allah pada diri Yesus berbeda dengan status manusia dan malaikat sebagai anak-anak Allah.

Manusia dan malaikat, termasuk Luficer atau Satan, kita adalah ciptaan yang diciptakan dari tangan Allah. Berbeda dengan Yesus, Yesus tidak diciptakan, tetapi diperanakkan atau dilahirkan oleh Allah Bapa Makanya dalam pengakuan Iman Nikea, dikatakan begini:

"Dan kepada satu Tuhan, yesus Kristus, Anak Theos yang Monogenes (Tunggal, Satu-Satunya), dilahirkan/ diperanakkan dari Bapa sebelum segala zaman"
Yunani: Καὶ εἰς ἕνα Κύριον Ἰησοῦν Χριστόν, τὸν Υἱὸν τοῦ Θεοῦ τὸν μονογενῆ, τὸν ἐκ τοῦ Πατρὸς γεννηθέντα πρὸ πάντων τῶν αἰώνων·
Transliterasi: Kai Eis Hena Kyrion Yesoun Khriston, Ton Huion Tou Theou Ton Monogene, Ton Ek Tou Patros Gennethenta Pro Panton Ton Aionon
Pengakuan Iman Nikea, Terjemahan literal

Jadi tidak ada Anak Allah Monogenes yang lain selain daripada Yesus.

Lucifer tidak Monogenes, Lucifer ciptaan, malaikat ciptaan, manusia pun ciptaan, hanya Yesus yang bukan ciptaan.

Ini adalah doktrin dasar Kekeristenan berdasarkan Pengakuan Iman Nikea dan Pengakuan Iman Nikea ini bisa dibuktikan berdasarkan Alkitab, bukan berdasarkan premis-premis yang tak berdasar.

Tidak usah baper kalau dicap sesat sana sini, karena siapa yang menyalakan api terlebih dahulu, pasti akan menerima asapnya dari berbagai penjuru. Ini sudah terkait doktrin paling esensial dari Kekristenan

Kamis, 09 April 2026

Yesus Terang Yang Keluar Dari Terang, Phos Ek Photos φῶς ἐκ φωτός - Membahas Pengajaran Erastus Sabdono (GSKI)

Yesus Trinitas Tritunggal

Pentingnya rambu-rambu dalam berteologi sehingga seseorang tidak offside, terjebak dalam pemikirannya sendiri, sehingga akhirnya bingung sendiri mengenai siapa itu Yesus.

Pengakuan Iman Nikea itu adalah rambu-rambu yang disepakati oleh para teolog-teolog zaman dahulu untuk menentukan iman Kristen yang benar sehingga seseorang tidak melenceng dari rambu tersebut.

Semua gereja, apa pun denominasinya saat ini, harus setuju dengan butir-butir yang ada di dalam Pengakuan Iman Nikea. Semua yang tertulis di Pengakuan Iman Nikea itu harus disetujui oleh Katolik, Protestan, Ortodoks, Karismatik, Pentakosta, dll.

Pengakuan Iman Nikea inilah yang menyatukan seluruh denominasi.

Harus kita akui, setiap denominasi pasti punya perbedaan minor soal-soal teologi-teologi minor, misal Perjamuan Kudus, Baptisan, Makanan Haram, dll. Nah, isu-isu minor ini umumnya masih ditoleransi dan dimaklumi oleh sesama denominasi. Namun, yang menyatukan mereka semuanya adalah Pengakuan Iman Nikea. Selama gereja tersebut mengakui Pengakuan Iman Nikea dan tidak mengajarkan hal-hal yang bertentangan dengan Pengakuan Iman Nikea, maka gereja-gereja lain pasti bisa mentolerir anda.

Namun, jika sudah menyangkut apa yang tertulis di Pengakuan Iman Nikea dan menyangkalnya, maka siap-siap saja reaksi yang datang itu akan besar. Butir-butir di Pengakuan Iman Nikea sangat krusial, bukan isu minor, sehingga jika disangkal, maka jujur saja, itu sudah bukan Iman Kristen lagi. Kehebohan timbul ketika ada pembicara yang mengatakan bahwa Yesus itu bukan Terang, Bapa-lah yang Terang, Yesus bukan.

Ini keliru total dan tidak benar berdasarkan Pengakuan Iman Nikea.

Pengakuan Iman Nikea jelas mengatakan seperti ini:

"Terang yang Keluar dari Terang, Theos yang benar yang keluar dari Theos yang benar"
Yunani: φῶς ἐκ φωτός, Θεὸν ἀληθινὸν ἐκ Θεοῦ ἀληθινοῦ
Transliterasi: Phos Ek Photos, Theon Alethinon Ek Theou Alethinou
Pengakuan Iman Nikea, Terjemahan Literal

Sangat berbahaya sekali ketika mengatakan bahwa Yesus bukan Terang, ini sudah menentang salah satu butir di dalam Pengakuan Iman Nikea, bahwa Yesus adalah "Terang yang Keluar dari Terang, Theos yang benar yang keluar dari Theos yang benar (Phos Ek Photos, Theon Alethinon Ek Theou Alethinou φῶς ἐκ φωτός, Θεὸν ἀληθινὸν ἐκ Θεοῦ ἀληθινοῦ)"

Jadi, Yesus adalah Theos yang keluar dari Bapa, dan karena Bapa adalah Terang, maka Yesus juga adalah Terang yang keluar dari Sang Terang tersebut.

Karena Yesus adalah Terang yang keluar dari Terang, maka Yesus memiliki hakekat Bapa, yaitu hakekat Theos. Makanya di dalam Pengakuan Iman Nikea, Yesus dikatakan sehakekat dengan Bapa.

"Sehakekat dengan Bapa, melalui Dia, segala sesuatu ada"
Yunani: ὁμοούσιον τῷ Πατρί, δι' οὗ τὰ πάντα ἐγένετο
Transliterasi: Homoousion To Patri, Di Hou Ta Panta Egeneto
Pengakuan Iman Nikea, Terjemahan Literal

Yesus itu satu hakekat dengan Bapa, yaitu hakekat Allah, maka Yesus disebut "Sehakekat dengan Bapa (Homoousion To Patri ὁμοούσιον τῷ Πατρί)". Hakekat Bapa adalah Allah dan Terang, maka Yesus juga adalah Allah dan Terang.

Butir-butir di dalam Pengakuan Iman Nikea ini tidak bisa ditawar-tawar di dalam Iman Kristen, ini bukan isu minor seperti makan babi, baptisan, bahasa roh atau perjamuan kudus yang bisa ditolerir oleh denominasi lain, tapi ini doktrin krusial yang tak bisa ditawar di mana jika anda menyangkalnya, maka jangan heran, banyak orang Kristen akan bereaksi.

Rabu, 08 April 2026

Antara Tritunggal dan Kata Ekhad אחד (Esa) dalam Bahasa Ibrani, Kaum Sabellianisme (Oneness) dan Unitarian (Saksi Yehovah dan GSKI) - Membahas Pengajaran Erastus Sabdono (GSKI)

Tritunggal Yesus

Dewasa ini, semakin banyak orang Kristen yang bingung dengan keimanannya sendiri. Bahkan yang terbaru, ajaran gereja GSKI yang mengajarkan bahwa Yesus bukan YHWH, Yesus berbeda dengan YHWH sehingga ketua sinode GSKI membedakan Yesus dengan YHWH.

Hal ini sebenarnya bukanlah hal baru, sudah ada di dalam sejarah dan premis-premisnya biasanya muncul hanya karena kegagalan memahami kata "Ekhad אחד" dalam bahasa Ibrani.

Dalam Ulangan 6:4, tertulis seperti ini:

"Dengarlah Israel, YHWH itu Allah kita, YHWH itu Esa"
Ibrani: שְׁמַ֖ע יִשְׂרָאֵ֑ל יְהוָ֥ה אֱלֹהֵ֖ינוּ יְהוָ֥ה׀ אֶחָֽד׃
Transliterasi: Shema Yisrael YHWH Eloheynu YHWH Ekhad
Ulangan 6:4, Teks Masoret, Terjemahan Literal

Dalam Ulangan 6:4 di atas, tertulis jelas bahwa YHWH itu "Ekhad אחד (Esa)". Namun, apakah itu berarti "Ekhad אחד (Esa)" itu berarti harus artinya "Satu Pribadi"?

Nah, di sinilah banyak orang-orang Kristen yang terjebak dalam pemikirannya sendiri, mereka tidak membiarkan Alkitab yang berbicara kepada mereka, tetapi mereka memaksakan pemahaman mereka sendiri soal kata "Ekhad אחד (Esa)" sehingga mereka gagal memahami Tritunggal.

Misalnya, kaum Sabelianisme atau Oneness, mereka memahami kata "Ekhad אחד (Esa)" itu harus Satu Pribadi sehingga mereka mengimani bahwa Bapa, Yesus, dan Roh Kudus adalah Satu Pribadi, hanya saja beda peran. Biasanya Sabellianism atau Oneness ini kebanyakan biasanya ada di Pentakosta atau Karismatik.

Lalu ada lagi kaum Unitarian. Berbeda dengan kaum Oneness yang masih meyakini bahwa Yesus adalah Allah, kaum Unitarian seperti Saksi Yehovah dan yang terbaru GSKI, mereka pada dasarnya terjebak pada kata "Ekhad אחד (Esa)" harus satu pribadi juga sama seperti kaum Oneness, hanya bedanya, mereka percaya yang hanya Bapa yang layak disebut Theos. Jika Theos itu hanya satu, maka tidak mungkin dan tidak boleh ada Theos lain, maka itu sebabnya, menurut mereka, Yesus bukanlah Theos.

Ajaran GSKI ini terbaru memang sudah mengarah ke arah sekte-sekte Unitarian seperti Saksi Yehovah dan kemungkinan mirip dengan ajaran Mormon juga. Jadi sebenarnya, apa yang diajarkan oleh founder GSKI sebenarnya bukan sesuatu yang baru, tapi sudah ada lama, hanya saja datang dengan bungkus baru.

Baik kaum Oneness dan Unitarian sebenarnya mereka tidak membiarkan Alkitab berbicara tentang dirinya sendiri soal kata "Ekhad אחד (Esa)". Mereka terus membiarkan pemahaman mereka sendiri soal kata "Ekhad אחד (Esa)" untuk ditafsir sehingga menurut mereka, tidak boleh Theos itu lebih dari Satu Pribadi.

Lalu benarkah demikian bahwa kata "Ekhad אחד (Esa)" dalam bahasa Ibrani artinya harus Satu Pribadi??

Sayangnya tidak demikian, Alkitab justru jelas berkata bahwa diperbolehkan lebih dari satu pribadi sebagaimana yang terdapat di dalam Kejadian 2:24.

"Demikianlah seorang laki-laki akan meninggalkan bapanya dan ibunya dan bersatu dengan istrinya dan mereka akan menjadi "SATU DAGING (BASAR EKHAD בשר אחד)"
Ibrani: עַל־כֵּן֙ יַֽעֲזָב־אִ֔ישׁ אֶת־אָבִ֖יו וְאֶת־אִמּ֑וֹ וְדָבַ֣ק בְּאִשְׁתּ֔וֹ וְהָי֖וּ לְבָשָׂ֥ר אֶחָֽד׃
Transliterasi: Al-Khein Ya'azav 'Iysh Et 'Aviw We'et 'Immo Wedavaq Beishto Wehayu Levasar Ekhad
Kejadian 2:24, Teks Masoret, Terjemahan Literal

Dari ayat di atas, tertulis jelas bahwa seorang laki-laki akan bersatu dengan seorang perempuan sehingga keduanya menjadi "SATU DAGING (BASAR EKHAD בשר אחד)".

Kata "Ekhad אחד (Esa)" yang ada di dalam Kejadian 2:24 itu sama persis dengan kata "Ekhad אחד (Esa)" yang ada di dalam Ulangan 6:4. Itu artinya, meskipun dikatakan "Satu Daging (Basar Ekhad בשר אחד", tetapi ternyata terdiri dari Dua Pribadi, yaitu seorang laki-laki dan seorang perempuan. Artinya, Alkitab bahasa Ibrani jelas memperbolehkan konsep "Ekhad אחד (Esa)" yang ternyata boleh lebih dari satu pribadi.

Itu sebabnya ketika dikatakan "YHWH Ekhad יהוה אחד (YHWH Esa)" di dalam Ulangan 6:4, maka kita tahu bahwa YHWH itu tidak satu pribadi, tetapi lebih dari satu pribadi.

Itu sebabnya dikatakan "YHWH Eloheynu יְהוָ֥ה אֱלֹהֵ֖ינוּ (YHWH, Allah kita)", tahukah bahwa kata "Eloheynu אֱלֹהֵ֖ינוּ" itu jamak dan bukan satu pribadi? Jadi dari Alkitab saja kita tahu bahwa YHWH itu tidak terdiri dari Satu Pribadi, tetapi lebih dari Satu Pribadi.

Kita harus tahu juga bahwa kata "Adonay אֲדֹנָי (Tuhanku/ Tuanku)" yang biasanya dipakai untuk menggantikan kata "YHWH יְהוָ֥ה", ternyata kata "Adonay אֲדֹנָי (Tuhanku/ Tuanku)" itu jamak, bukan tunggal. Tunggalnya itu "Adoniy אדֹנִ֗י (Tuhanku/ Tuanku)".

Lalu kenapa, ketika digunakan untuk menggantikan kata "YHWH יְהוָ֥ה", yang dipakai itu bukan "Adoniy אדֹנִ֗י (Tuhanku/ Tuanku)", tetapi malah "Adonay אֲדֹנָי (Tuhanku/ Tuanku)" yang jelas-jelas jamak?? Itu jelas artinya, YHWH itu jamak, lebih dari satu pribadi.

Jadi, dari konsep Alkitab sendiri, kita sudah dapat penjelasan yang sangat jelas bahwa YHWH itu Esa dan Esa itu ternyata boleh lebih dari Satu Pribadi.

itu artinya Yesus itu adalah bagian dari YHWH, atau lebih tepatnya dikatakan bahwa Bapa, Anak, dan Roh Kudus adalah YHWH.

Makanya Yesus pernah berkata dulu:

"Aku dan Bapa, KAMI ADALAH SATU"
Yunani: Ἐγὼ καὶ ὁ πατὴρ ἕν ἐσμεν.
Transliterasi: Ego Kai Ho Pater Hen Esmen
Yohanes 10:30, Teks Byzantium, Terjemahan Literal

Dalam ayat di atas, ada kata "Esmen ἐσμεν" dalam bahasa Yunani yang artinya adalah "Kami". Sayangnya, kata "Esmen ἐσμεν (Kami)" tidak diterjemahkan oleh LAI.

Kalau tidak percaya, coba cek juga Yohanes 10:30 versi Aram Syriac ini:

"Aku dan Bapaku, KAMI ADALAH SATU"
Aram Syriac: ܐܶܢܳܐ ܘܳܐܒ݂ܝ ܚܰܕ݂ ܚܢܰܢ
Transliterasi: 'Ena Wa'avy Khad Khnan
Yohanes 10:30, Peshitta Aram Syriac, Terjemahan Literal

Dalam versi Aram Syriac di atas, tertulis "Khad Khnan ܚܰܕ݂ ܚܢܰܢ (KAMI ADALAH SATU)". Bukan kebetulan kata satu yang dipakai dalam bahasa aram di atas adalah kata "Khad ܚܰܕ݂" yang padanannya sama persis dengan kata "Ekhad אחד" dalam bahasa Ibrani.

Jadi sebenarnya, yang dikatakan Yesus di dalam Yohanes 10:30 adalah "Aku dan Bapa, KAMI ADALAH EKHAD".

Sudah jelas, ini sudah pengakuan Yesus sendiri bahwa Dia itu Satu dengan Bapa. Mereka itu Satu Kesatuan sebagai YHWH.

Jadi Tritunggal itu tidak menyalahi konsep "Ekhad אחד" dalam Alkitab dan Yesus sendiri yang malah mengakui bahwa Dia dan Bapa-Nya adalah Ekhad. Kaum Oneness dan Unitarian itu muncul hanya karena mereka yang memaksakan pemahaman mereka sendiri soal kata "Ekhad אחד" yang akhirnya menghasilkan kesimpulan yang keliru mengenai Allah.

Yesus adalah Zohar Shekinah YHWH - Membahas Pengajaran Erastus Sabdono (GSKI)

Yesus Alkitab


Kaum unitarian adalah kaum yang terjebak dalam pemikiran mereka sendiri mengenai Allah yang "Ekhad אחד (Esa)" sehingga mereka mengira bahwa Allah yang "Ekhad אחד (Esa)" itu haruslah satu pribadi, padahal tidak.

Kaum Unitarian itu adalah kaum yang meyakini bahwa Allah itu hanya satu pribadi dan karena menurut mereka hanya Bapa yang disebut Allah, maka Yesus sudah pasti bukanlah Allah. Itu sebabnya, mereka menentang konsep bahwa Yesus adalah Allah atau Yesus adalah Theos, itu tidak masuk di logika mereka.

Siapa saja kaum Unitarian itu? Arius dikenal sebagai bapak Unitarian karena bisa dibilang dialah yang pertama kali menciptakan kehebohan soal Yesus bukanlah Theos.

Saksi Yehovah juga termasuk golongan Unitarian karena memang itulah yang diajarkan Saksi Yehovah yang terus menerus menentang keilahian Yesus dan mengajarkan kepada anda untuk berpusat pada Yehovah saja, bukan pada Yesus.

Beberapa kaum Mesianik juga terindikasi menganut paham Unitarian.

Terbaru ini, golongan Unitarian terbaru ini adalah GSKI, yang jelas-jelas foundernya sudah menyatakan diri menentang Pengakuan Iman Nikea, menentang konsep Yesus sebagai Theos dan beliau berkata yang Allah hanyalah Yahweh, bukan Yesus.

Keempat golongan di atas itu adalah contoh paham Unitarian. Mereka bisa menghasilkan kesimpulan bahwa Yesus bukanlahn Theos karena mereka terjebak dengan kata "Ekhad אחד (Esa)" yang menurut mereka harus Satu Pribadi, tidak boleh lebih. Padahal, kata "Ekhad אחד (Esa)" di dalam Alkitab Bahasa Ibrani justru memperbolehkan konsep adanya lebih dari Satu Pribadi. Saya sudah menjelaskan konsep kata "Ekhad אחד (Esa)" ini di artikel saya sebelumnya.

Sekarang, kita berfokus untuk menguak identitas Yesus.

Siapakah Yesus itu? Benarkah Yesus bukan Theos seperti yang dituduhkan oleh kaum Unitarian??

Argumen kaum Unitarian memiliki banyak kelemahan, misalnya, kalau Yesus bukan Theos dan juga bukan Bapa, kenapa Yesus pernah berkata barangsiapa melihat Aku, orang itu telah melihat Bapa (Yoh. 14:9)?

Di sinilah masalah yang harusnya dipecahkan, bukannya malah membangun teologi yang hanya berdasarkan data yang sepotong-sepotong dan akhirnya hanya menghasilkan asumsi liar yang tak berdasar yang anehnya malah diklaim sebagai kebenaran.

Yesus jelas berkata bahwa barangsiapa telah melihat Yesus, maka orang itu sudah melihat Bapa sendiri. Nah, bagaimana mungkin ini bisa terjadi? Inilah yang harus kita pecahkan.

Dalam Ibrani 1:3, tertulis seperti ini:

"Dia yang adalah Cahaya Kemuliaan dan Karakter Hipostasis-Nya, menopang segala sesuatu dengan perkataan kuasa-Nya, setelah melakukan penebusan dosa, Dia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar di Sorga"
Yunani: ὃς ὢν ἀπαύγασμα τῆς δόξης καὶ χαρακτὴρ τῆς ὑποστάσεως αὐτοῦ, φέρων τε τὰ πάντα τῷ ῥήματι τῆς δυνάμεως αὐτοῦ, δι᾽ ἑαυτοῦ καθαρισμὸν ποιησάμενος τῶν ἁμαρτιῶν ἡμῶν, ἐκάθισεν ἐν δεξιᾷ τῆς μεγαλωσύνης ἐν ὑψηλοῖς,
Transliterasi: Hos On Apagausma Tes Doxes Kai Kharakter Tes Hypostaseos Autou, Pheron Te Panta Two Rhemati Tes Dynaseos Autou, Khatarismon Ton Hamartion Poiesamenos Ekhatisen En Dexia Tes Megalosynes En Hupselos
Ibrani 1:3, Teks Byzantium, Terjemahan Literal

Dalam ayat Ibrani 1:3 di atas, tertulis jelas bahwa Yesus adalah "Apagausma Tes Doxes ἀπαύγασμα τῆς δόξης (Cahaya Kemuliaan)" Allah.

Dalam bahasa Ibrani, frase "Apagausma Tes Doxes ἀπαύγασμα τῆς δόξης (Cahaya Kemuliaan)" Allah adalah "Zohar Shekinah YHWH זוהר שכינת יהוה (Cahaya Kemuliaan YHWH)".

Dalam bahasa Aram, "Zohar Shekinah YHWH זוהר שכינת יהוה (Cahaya Kemuliaan YHWH)" dikenal sebagai "Yeqara Shekinata deYHWH יקרא שכינתא דייי (Cahaya Kemuliaan YHWH)".

Siapakah "Zohar Shekinah YHWH זוהר שכינת יהוה (Cahaya Kemuliaan YHWH)" atau "Yeqara Shekinata deYHWH יקרא שכינתא דייי (Cahaya Kemuliaan YHWH)" ini? Untungnya, kita punya bukti-bukti tertulis dari tradisi Yudaisme Kuno di dalam Targum Aram mengenai "Zohar Shekinah YHWH זוהר שכינת יהוה (Cahaya Kemuliaan YHWH)" atau "Yeqara Shekinata deYHWH יקרא שכינתא דייי (Cahaya Kemuliaan YHWH)" ini, sehingga kita bisa tahu identitas Yesus berdasarkan tradisi Yudaisme kuno soal "Zohar Shekinah YHWH זוהר שכינת יהוה (Cahaya Kemuliaan YHWH)" ini.

Di dalam keimanan Yudaisme, mereka percaya bahwa YHWH itu "Incorporeal (tidak memiliki tubuh)", sehingga segala upaya untuk mempersonifikasikan YHWH, harus ditolak. Ini prinsip dasar keimanan mereka dari zaman dahulu sampai sekarang.

Hanya saja, konsep "Incorporeal (tidak memiliki tubuh)" ini menimbulkan masalah, karena di dalam Tanakh atau Perjanjian Lama, jelas banyak catatan soal penampakan YHWH dalam wujud manusia sehingga hal inilah yang menimbulkan perdebatan di kalangan rabbi-rabbi Yahudi mengenai penampakan YHWH itu.

Itu sebabnya, di berbagai macam aliran Yudaisme, diciptakan sosok Perantara Spesial yang merupakan perwujudan dari YHWH itu sendiri untuk menyatakan Diri-Nya kepada manusia sehingga barangsiapa melihat Sosok Perantara Spesial ini, maka orang itu sudah melihat YHWH.

Di kalangan Yahudi Hellenistik Yunani, dengan Philo sebagai pelopornya, dikembangkanlah konsep "Logos λόγος (Firman)" di mana "Logos λόγος (Firman)" ini adalah perwujudan dari YHWH sehingga "Logos λόγος (Firman)" ini juga disebut sebagai Theos. Barangsiapa sudah melihat "Logos λόγος (Firman)", dia sudah melihat YHWH.

Di kalangan Yahudi Yudea, Samaria, dan Galilea yang berbahasa Aram, dikembangkanlah konsep "Memra ממרא (Firman)" di mana "Memra ממרא (Firman)" merupakan perwujudan dari YHWH dan "Memra ממרא (Firman)" itu juga Allah. Barangsiapa melihat "Memra ממרא (Firman)", orang itu sudah melihat YHWH. Hanya saja, di dalam konsep masyarakat Yudea, Samaria, dan Galilea, si "Memra ממרא (Firman)" tercatat sering disubsitutasi dengan konsep "Yeqara Shekinata deYHWH יקרא שכינתא דייי (Cahaya Kemuliaan YHWH)" atau yang dalam bahasa Ibrani dikenal sebagai "Zohar Shekinah YHWH זוהר שכינת יהוה (Cahaya Kemuliaan YHWH)".

Apakah saya ngarang? Tidak, saya akan berikan kepada anda bukti-bukti teks tertulisnya langsung dari bahasa Aramnya Misalnya di dalam Kejadian 11:5

"Dan Cahaya Kemuliaan YHWH menampakkan diri untuk melihat kota dan menara yang anak-anak manusia itu bangun"
Aram: ואתגלית איקר שׁכינתיה דייי למחמי ית קרתא וית מגדלא דבנו בני־אנשׁה
Transliterasi: Weitgeliyt 'Iyqar Shekiynateyh DeYHWH Lemakhmey Yat Qarta Weyat Magdela Devanu Bney-Anashah
Kejadian 11:5, Targum Neofiti, Terjemahan Literal

Dari ayat di atas, para rabbi-rabbi kuno Yahudi menafsirkan bahwa yang turun untuk melihat menara Babel itu adalah "Zohar Shekinah YHWH זוהר שכינת יהוה (Cahaya Kemuliaan YHWH)" atau "Yeqara Shekinata deYHWH יקרא שכינתא דייי (Cahaya Kemuliaan YHWH)".

Bisa dikatakan, si "Zohar Shekinah YHWH זוהר שכינת יהוה (Cahaya Kemuliaan YHWH)" ini adalah perwujudan YHWH ketika YHWH ingin menampakkan diri kepada manusia. Barangsiapa melihat "Zohar Shekinah YHWH זוהר שכינת יהוה (Cahaya Kemuliaan YHWH)", maka orang itu sudah melihat YHWH sendiri.

Ingat kisah Musa di gunung Horeb? Dalam Targum Neofiti, dijelaskan dengan sangat jelas bahwa yang Musa lihat di dalam semak-semak berapi itu adalah "Zohar Shekinah YHWH זוהר שכינת יהוה (Cahaya Kemuliaan YHWH)".

"Dan Dia berkata, 'Akulah Allah nenek moyangmu, Allah Abraham, Allah Ishak, dan Allah Yakub', dan Musa menyembunyikan wajahnya sebab dia takut untuk melihat Cahaya Kemuliaan YHWH"
Aram: ואמר אנה הוא אלהה דאבוך אלהה דאברהם אלהה דיצחק ואלהה דיעקב ואטמר משׁה אפוי ארום דחל מן למסתכלא באיקר שׁכינתה דייי
Transliterasi: We'emar Anah Hu Elaha Deavukh Elaha Deavraham Elaha Deyitzekhaq We'elaha Deya'aqov We'atmer Mosheh Aphuy Arum Deheil Min Lemistakhela Beiyqar Skehiynatah DeYHWH
Keluaran 3:6, Targum Neofiti, Terjemahan Literal

Dari keterangan rabbi-rabbi kuno di atas, rabbi-rabbi kuno di atas sepakat bahwa yang menemui Musa di semak terbakar itu adalah "Zohar Shekinah YHWH זוהר שכינת יהוה (Cahaya Kemuliaan YHWH)".

Jadi, konsep "Zohar Shekinah YHWH זוהר שכינת יהוה (Cahaya Kemuliaan YHWH)" ini adalah konsep Yudaisme kuno sendiri yang tertulis jelas di dalam Targum Aram.

Nah, lalu kenapa penulis kitab Ibrani justru menyematkan gelar "Zohar Shekinah YHWH זוהר שכינת יהוה (Cahaya Kemuliaan YHWH)" ini kepada Yesus? Kita harus tahu bahwa penulis kitab Ibrani diduga adalah seorang Yahudi yang sangat jenius yang tahu konsep-konsep teologi Yudaisme kuno, termasuk soal "Zohar Shekinah YHWH זוהר שכינת יהוה (Cahaya Kemuliaan YHWH)" ini.

Uniknya, dia justru menyematkan gelar "Zohar Shekinah YHWH זוהר שכינת יהוה (Cahaya Kemuliaan YHWH)" kepada Yesus. Itu artinya, penulis kitab Ibrani ini tahu benar bahwa Yesus adalah "Zohar Shekinah YHWH זוהר שכינת יהוה (Cahaya Kemuliaan YHWH)" yang menampakkan diri di dalam Tanakh atau Perjanjian Lama.

Jadi, Yesus adalah "Zohar Shekinah YHWH זוהר שכינת יהוה (Cahaya Kemuliaan YHWH)" di mana siapa pun yang melihat Yesus, sang Zohar, maka orang itu sudah melihat YHWH itu sendiri.

Makanya Yesus berani ngomong di dalam Yohanes 14:9 bahwa barangsiapa melihat Yesus, orang itu sudah melihat Bapa.

Konsep "Zohar Shekinah YHWH זוהר שכינת יהוה (Cahaya Kemuliaan YHWH)" ini adalah konsep Yudaisme kuno dan bukan kebetulan Perjanjian Baru mencatat dengan sangat jelas bahwa Yesus-lah Sang "Zohar Shekinah YHWH זוהר שכינת יהוה (Cahaya Kemuliaan YHWH)".

Artikel ini ditulis untuk menjawab tuduhan tak berdasar dari beberapa oknum belakangan ini yang menuduh bahwa Yesus bukan Theos, Yesus bukan YHWH, dll, terutama dari founder GSKI yang saat ini gencar mengajarkan bahwa Yesus bukan YHWH.

Sebaliknya, dari data sejarah ini dan bukti-bukti tertulis, justru tertulis jelas bahwa Yesus adalah perwujudan dari YHWH dan Dia adalah "Zohar Shekinah YHWH זוהר שכינת יהוה (Cahaya Kemuliaan YHWH)".

Yesus sudah ada sebelum penciptaan dan Yesus juga yang terlibat di dalam penciptaan bersama-sama dengan Bapa.

Yesus adalah bagian dari YHWH, atau lebih tepatnya, Bapa, Yesus, dan Roh Kudus adalah YHWH.

Sangat miris sekali kalau kita melihat kaum Unitarian ini terus menerus mendistorsi Alkitab dan menolak mentah-mentah bahwa Yesus adalah Theos, padahal Alkitab sudah jelas berkata di dalam Yohanes bahwa Logos itu adalah Theos, itu berarti Yesus adalah Theos.

Antara Ajaran Arius, Homoousios ὁμοούσιος, dan Ajaran GSKI. Istilah Homoousios ὁμοούσιος Tidak Ada Di Dalam Alkitab? - Membahas Pengajaran Pak Erastus Sabdono (GSKI)

Teologi Kristen Yesus

Dalam salah satu seri pengajaran terbarunya, diajarkan bahwa istilah "homoousios ὁμοούσιος" tidak ada di dalam Alkitab sehingga hal ini menjadi dasar pembenaran bagi beliau untuk tidak setuju bahwa Yesus itu "homoousios ὁμοούσιος" atau "hakekatnya sama" dengan Allah Bapa.

Jadi karena istilah "homoousios ὁμοούσιος" ini tidak ada di dalam Alkitab, maka menjadi dasar pembenaran bagi beliau bahwa pandangannya soal Yesus tidak "homoousios ὁμοούσιος" dengan Bapa menjadi benar.

Lalu benarkah istilah "homoousios ὁμοούσιος" tidak ada di dalam Alkitab?

Jawabannya benar, istilah "homoousios ὁμοούσιος" itu tidak ada di dalam Alkitab.

Lalu, kalau tidak ada di dalam Alkitab, kenapa istilah "homoousios ὁμοούσιος" ada di dalam pengakuan Iman Nikea??

Kita harus belajar sejarah sehingga tidak gegabah dalam mengambil kesimpulan. Yang pertama kali bikin ribut dulu adalah Arius soal "homoousios ὁμοούσιος" ini.

Lho kok bisa? Karena Arius dalam ajarannya dan buku-bukunya, terus menerus menentang natur Yesus yang adalah Theos, Arius mati-matian menentang bahwa "ousia ουσία" Yesus adalah Theos. Makanya, dalam bukunya, Arius terus mengatakan hal seperti ini:

"Dan Dia (Yesus) tidak setara, dan tidak juga "BERHAKEKAT SAMA" dengan-Nya (Allah Bapa)"
Yunani: οὐδὲ γάρ ἐστιν ἴσος, ἀλλ’ οὐδὲ ὁμοούσιος αὐτῷ.
Transliterasi: Oude Gar Estin Isos, All' Oude Homoousios Auto
Arius, Thalia, Terjemahan Literal

Dari tulisan Arius di atas. Arius ingin mengatakan bahwa tidak ada satu pun yang setara dengan Allah Bapa, dan juga Arius juga bersikeras bahwa hakekat Yesus tidak sama dengan Bapa dengan mengatakan "dan Dia (Yesus) tidak sehakekat dengan-Nya (Bapa) (oude homoousios auto οὐδὲ ὁμοούσιος αὐτῷ)"

Jadi yang pertama kali bikin kehebohan soal istilah "homoousios ὁμοούσιος" ini adalah Arius, bukan Bapa-Bapa Gereja. Jadi ceritanya, bukan Bapa Gereja yang menetapkan istilah "homoousios ὁμοούσιος" dulu, baru menyatakan Arius sesat, bukan ini ceritanya, tetapi Atius dulu yang ngotod Yesus tidak "homoousios ὁμοούσιος" dengan Bapa, barulah Bapa-Bapa Gereja merumuskan "homoousios ὁμοούσιος" di dalam Pengakuan Iman Nikea.

Karena hebohnya ajaran Arius yang ngotod mengatakan bahwa Yesus tidak "homoousios ὁμοούσιος" dengan Bapa, maka timbullah kehebohan di Aleksandria. Kehebohannya itu terlalu heboh sampai-sampai Kaisar Konstantin harus memanggil semua uskup untuk datang ke Nikea untuk membahas pengajaran Arius soal Yesus yang tidak "homoousios ὁμοούσιος" dengan Bapa.

Di konsili itu, Arius menyatakan pandangannya di depan orang banyak bahwa Yesus tidak "homoousios ὁμοούσιος" dengan Bapa, dan di sinilah kehebohan makin menggila karena hampir mayoritas hadirin tidak setuju dengan pernyataan Arius itu.

Dan endingnya, Arius dinyatakan sesat di Konsili Nikea itu.

Nah setelah itu, tentunya para hadirin harus merumuskan pengakuan Iman Kristen yang sifatnya Universal agar kisah Arius tidak terulang lagi. Makanya, di Pengakuan Iman Nikea dirumuskan bahwa Yesus itu "homoousios ὁμοούσιος" dengan Bapa.

Lho kok gitu? Ya jelas donk, namanya mengimani sesuatu, kita harus bisa menjelaskan. Dengan mengimani Yesus dan menjadi Kristen, maka kita harus bisa menjelaskan dengan jelas, sebenarnya iman Kristen itu apa dan Pengakuan Iman Nikea ini adalah standar bagi seluruh gereja di dunia saat ini. Mereka yang tidak mengakui Pengakuan Iman Nikea, ya status keimanan anda itu setara dengan sekte Saksi Yehovah.

Makanya, kalau anda tanya kepada Saksi Yehovah atau bahkan Muslim, mereka pasti setuju dengan pandagan GSKI soal Yesus. Ya, jujur aja, itu bukan iman kristen yang diajarkan GSKI. Kalau anda Kristen, pasti tidak akan setuju dengan pernyataan GSKI yang bilang Yesus tidak "homoousios ὁμοούσιος" dengan Allah Bapa

Lalu, apakah istilah "homoousios ὁμοούσιος" salah karena tidak ada di dalam Alkitab?

Begini, namanya keimanan, ketika kita percaya kepada Yesus, maka kita harus tahu sebenarnya Yesus itu apa dan siapa dan termasuk juga naturnya kita harus tahu dengan benar.

Para Bapa-Bapa Gereja tidak sembarangan ketika mengatakan bahwa Yesus itu "homoousios ὁμοούσιος" dengan Bapa, tentunya ini berdasarkan data dan argumen yang valid yang telah disimpulkan.

Datanya dari mana? Salah satu datanya itu ada di Yohanes 3:16

"Sebab demikianlah Theos mengasihi dunia, sehingga Anak-Nya yang Monogenes, Dia berikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-nya, tidak binasa, tetapi dia memiliki hidup yang kekal"
Yunani: Οὕτως γὰρ ἠγάπησεν ὁ θεὸς τὸν κόσμον, ὥστε τὸν υἱὸν αὐτοῦ τὸν μονογενῆ ἔδωκεν, ἵνα πᾶς ὁ πιστεύων εἰς αὐτὸν μὴ ἀπόληται, ἀλλ᾽ ἔχῃ ζωὴν αἰώνιον.
Transliterasi: Houtos Gar Egapesen Ho Theos Ton Kosmon, Hoste Ton Huion Autu Ton Monogene Edoken, Hina Pas Ho Pisteuon Eis Auton Me Apoletai, All Ekhe Zoen Aionion
Yohanes 3:16, Teks Byzantium, Terjemahan Literal

Dari ayat di atas, kita tahu bahwa status Yesus adalah "monogenes μονογενής" yang artinya "Anak Tunggal" atau "Satu-Satunya Anak Yang Diperanakkan/ Dilahirkan". Kata "monogenes μονογενής" itu berasal dari kata "monos μόνος (Satu-satunya)" dan "gennao γεννᾰ́ω (Melahirkan/ Memperanakkan)". Itu artinya, Yesus adalah satu-satunya Anak yang Diperanakkan/ Dilahirkan oleh Allah Bapa, tidak ada yang lain. Anda boleh gali seluruh Alkitab, silahkan cari, apakah ada oknum entitas lain yang digelari "monogenes μονογενής" oleh Allah selain daripada Yesus? Tidak ada.

jadi, di Alkitab, hanya Yesus yang mendapatkan gelar "monogenes μονογενής".

Tentunya, setelah Bapa-Bapa Gereja tahu identitas Yesus adalah "monogenes μονογενής", maka adalah hal wajar jika mereka dan juga termasuk kita pasti mempertanyakan, jika Allah Bapa memperanakkan/ Melahirkan Anak, apakah natur Anak itu? Apakah "ousia ουσία" dari Anak itu? Orang bodoh pun pasti gampang menarik kesimpulan, sudah pasti jika Anak yang diperanakkan oleh Allah, maka "ousia ουσία" nya juga sudah pasti "theos θεός" juga.. Jadi karena Yesus adalah "monogenes μονογενής"-nya Allah Bapa, maka itu berarti "ousia ουσία (Hakekat)"-nya Yesus adalah "theos θεός" juga.

Itu sebabnya dikatakan dalam Yohanes 1:1, jelas tertulis bahwa "Logos itu adalah seorang Theos (theos hen ho logos θεὸς ἦν ὁ λόγος)" Jika Logos itu juga jelas Theos juga, maka tidak sulit untuk menyimpulkan bahwa Yesus itu "homoousios ὁμοούσιος" dengan Bapa.

Jadi meskipun istilah "homoousios ὁμοούσιος" itu tidak ada di dalam Alkitab, tapi itu dapat disimpulkan dengan mudah berdasarkan data-data yang ada di dalam Alkitab dan lagipula, yang cari ulah terlebih dahulu itu adalah Arius, bukan Bapa-Bapa Gereja mengenai "homoousios ὁμοούσιος" ini. Dewasa ini, ajaran Arius kembali menjelma dan muncul lagi, inti ajarannya sama, tapi bungkusnya saja yang berbeda.

Ajaran-ajaran yang dibawa GSKI saat ini itu banyak sekali yang mirip dengan ajaran Arius, misalnya, Arius menulis begini:

"Demikianlah ada Tiga untuk kemuliaan yang tidak sama"
Yunani: Ἤγουν Τριάς ἐστι δόξαις οὐχ ὁμοίαις·
Transliterasi: Hegoun Trias Esti Doxais Oukh Homoiais
Arius, Thalia, Terjemahan Literal

Arius mengajarkan bahwa meskipun ada Tiga (Bapa, Anak, dan Roh Kudus), tapi kemuliaan Mereka tidak sama.

Ini bukanlah ajaran baru, apa anda pikir kebetulan beliau mengajarkan hal yang sama?

Arius juga mengatakan bahwa ada masa di mana Anak itu tidak ada di dalam waktu:

"Kita menyembah Dia (Bapa) sebagai yang tak berwaktu, karena Dia (Yesus) baru ada di dalam waktu"
Yunani: ἀΐδιον δὲ αὐτὸν σέβομεν διὰ τὸν ἐν χρόνῷ γεγαότα.
Transliterasi: Aidion De Auton Sebomen Dia Ton En Khrono Gegaota
Arius, Thalia, Terjemahan Literal

Jadi Arius mengatakan bahwa Yesus baru ada di dalam waktu, berbeda dengan Bapa yang tak berwaktu atau timeless. Jadi ada masa di mana Yesus itu tidak ada.

Menurut anda, apakah ini kebetulan kalau pengajaran beliau dan Arius ini sama??

Ini sebenarnya semuanya hanyalah sampah-sampah gereja masa lalu yang datang kembali dengan bungkus yang berbeda.

Yang saya aneh, pengikutnya sama sekali tidak sadar atau sama sekali tidak ada tanda-tanda untuk bersikap kritis, malah tepuk tangan ketika Yesus dikatakan tidak sehakekat dengan Bapa , entah memang mereka itu polos atau memang jangan-jangan sudah memantapkan hati untuk berdiri setara dengan keimanan Saksi Yehovah.

Jika anda bertanya saat ini kepada pengikut Saksi Yehovah, mereka pasti akan mengamini dan setuju dengan ajaran beliau bahwa Yesus tidak "homoousios ὁμοούσιος" dengan Bapa.

Namun, kalau anda tanya kepada seorang Kristen dan menyatakan bahwa Yesus tidak "homoousios ὁμοούσιος" dengan Bapa, mereka pasti tidak akan setuju dengan statement ini.

Yang aneh itu, ada yang ngaku Kristen, tapi tepuk tangan ketika dikatakan Yesus tidak "homoousios ὁμοούσιος" dengan Bapa.

Minggu, 05 April 2026

Pendeta Gilbert Lumoindong Bikin Kontroversi! Yesus Bukan Anak Allah? Siapakah Yesus Menurut Pengakuan Iman Nikea?

Teologi Kristen Yesus Alkitab
Pendeta Gilbert Lumoindong Bikin Kontroversi! Yesus Bukan Anak Allah? Siapakah Yesus Menurut Pengakuan Iman Nikea?

Memahami Kredo Nikea (Perspektif Yunani)

Pendeta Gilbert Lumoindong membuat kehebohan dunia Kekeristenan Indonesia dengan menyatakan bahwa Yesus bukanlah Anak Allah, melainkan Allah itu sendiri. Sebenarnya banyak sekali pendeta-pendeta Pentakosta dan Kharismatik yang tidak memahami Tritunggal dengan benar. Yang mereka pahami itu adalah Sabelianisme yang mereka kira Tritunggal. Kalau pendetanya tidak paham Tritunggal, apalagi jemaatnya.

Sebenarnya, banyak juga jemaat Protestan dan Katolik yang tidak paham Tritunggal dengan benar, tetapi memang tidak separah di Pentakosta dan kHarismatik yang banyak pendetanya sendiri tidak paham Tritunggal.

Saya sangat menyarankan Anda untuk belajar bahasa Yunani karena ada banyak ungkapan yang tidak akan Anda pahami sepenuhnya tanpa mengetahuinya.

Πιστεύομεν εἰς ἕνα Θεὸν Πατέρα παντοκράτορα
ποιητὴν οὐρανοῦ καὶ γῆς ὁρατῶν τε πάντων καὶ ἀοράτων·
καὶ εἰς ἕνα Κύριον Ἰησοῦν Χριστὸν
τὸν υἱὸν τοῦ Θεοῦ τὸν Μονογενῆ,
τὸν ἐκ τοῦ Πατρὸς γεννηθέντα πρὸ πάντων τῶν αἰώνων,
Φῶς ἐκ Φωτός,
Θεὸν ἀληθινὸν ἐκ Θεοῦ ἀληθινοῦ,
γεννηθέντα οὐ ποιηθέντα,
ὁμοούσιον τῷ Πατρί,
δι' οὗ τὰ πάντα ἐγένετο·

Penjelasan Baris Pertama

"Kami percaya kepada satu Theos, Bapa Yang Mahakuasa, Pencipta langit dan bumi, dari segala yang terlihat maupun yang tidak terlihat"

Πιστεύομεν εἰς ἕνα Θεὸν Πατέρα παντοκράτορα
ποιητὴν οὐρανοῦ καὶ γῆς ὁρατῶν τε πάντων καὶ ἀοράτων·

Jadi pada awalnya, yang ada itu adalah Allah Bapa. Dialah sumber segala sesuatu.

Baris Kedua

"Dan kepada satu Tuhan, Yesus Kristus, Anak Theos yang Monogene"

καὶ εἰς ἕνα Κύριον Ἰησοῦν Χριστὸν
τὸν υἱὸν τοῦ Θεοῦ τὸν Μονογενῆ,

Baik, pada baris ini, Yesus Kristus adalah satu-satunya Anak dari Tuhan. Kata "satu-satunya" di sini adalah "Monogene Μονογενῆ", berasal dari kata "Μονο" yang berarti "satu-satunya", dan "Gene γενῆ" yang berasal dari kata "Gennao γεννάω" yang berarti "melahirkan". Artinya Yesus Kristus adalah satu-satunya Anak yang dilahirkan oleh Theos. Yesus tidak diciptakan, tapi Dia dilahirkan keluar dari Theos. Itulah makanaya Yesus disebuat Anak Allah atau Anak Theos.

Baris Ketiga

"Yang dilahirkan keluar dari Bapa sebelum segala zaman"

τὸν ἐκ τοῦ Πατρὸς γεννηθέντα πρὸ πάντων τῶν αἰώνων,

Ini berarti Yesus Kristus dilahirkan dari Theos sebelum penciptaan sebagai Yang Awal.

Terang dari Terang

Φῶς ἐκ Φωτός

Apa artinya? Artinya Yesus adalah Terang yang keluar dari Terang. Bayangkan seperti ini, Theos adalah sebuah Terang yang sangat besar, dan Yesus keluar dari Terang Besar itu sebagai sebuah Terang yang baru.

Theos Sejati yang Keluar dari Theos yang Sejati

Θεὸν ἀληθινὸν ἐκ Θεοῦ ἀληθινοῦ,

Karena Yesus dilahirkan langsung oleh Allah Bapa, maka Yesus memiliki substansi dan hakekat yang sama dengan Allah Bapa, yaitu hakekat keallahan. Itu sebabnya Yesus itu juga adalah Allah. Jadi meskipun Yesus adalah Anak Allah Bapa, tapi Yesus juga Allah

Dilahirkan, Bukan Diciptakan

γεννηθέντα οὐ ποιηθέντα,

Yesus dilahirkan, bukan diciptakan. Ia bukan ciptaan. Yesus itu bukan ciptaan, itu makanya Dia disebut satu-satunya Anak Allah yang "Monogene Μονογενῆ", tidak ada anak-anak Allah lain yang dilahirkan langsung oleh Allah Bapa. Anda dan saya disebut anak-anak Allah itu adalah adopsi, bukan kelahiran langsung karena kita ini ciptaan. Yeuss berbeda, Dia bukan ciptaan.

Satu Hakikat dengan Bapa

ὁμοούσιον τῷ Πατρί

Karena Yesus dilahirkan dari Terang Sejati, Theos yang sejati, Yesus memiliki seluruh hakikat ilahi, hakikat keallahan. Ini bukan hal susah kok untuk dipahami.

Melalui Dia, segala sesuatu ada

δι' οὗ τὰ πάντα ἐγένετο·

Jadi segala sesuatu diciptakan dan ada melalui Yesus (Logos).

Kesimpulan

Pada mulanya ada satu Theos, dan Theos ini melahirkan Theos yang lain, yaitu Yesus.

Jadi, bisa dikatakan Yesus adalah Anak dari Theos ini, itulah sebabnya Yesus disebut Anak Allah atau Anak Theos.

Namun karena Yesus dilahirkan dari Theos ini, bukan diciptakan, Yesus memiliki seluruh hakikat ilahi dan karena itu Yesus juga adalah seorang Theos juga.

Jadi Allah Bapa dan Yesus sama-sama menciptakan dunia dan alam semesta.

Sebenarnya ini cukup sederhana, dan inilah yang dimaksudkan oleh Kredo Nikea.

Jadi secara praktis, apakah ada dua pribadi Allah? Jelas, ada Allah Bapa dan Yesus.

Siapa yang datang ke dunia dan menjadi manusia? Bapa atau Yesus? Tentu saja Yesus — sementara Bapa tetap di Surga. Penganut Sabelisme itu salah memahami Tritunggal sehingga mereka kira yang datang ke dunia untuk disalib itu adalah Allah Bapa. Itulah penting untuk memahami siapa Bapa dan Yesus dengan benar supaya tidak gampang diombang ambingkan.

Sebenarnya hal ii cukup mudah untuk dipahami.

Namun, hal ini menjadi rumit bagi banyak orang. Bahkan beberapa pendeta pun kesulitan dengan logika ini, sering kali karena mereka beranggapan bahwa Allah itu harus satu pribadi.

Saya memahami bahwa konsep ini bisa sulit untuk diterima atau dipahami oleh banyak orang, tapi harus segera dipahami karena keimananmu itu rapuh kalau Tritunggal saja tidak bisa membedakan mana Bapa dan Yesus.

Namun hal ini menimbulkan pertanyaan penting:

Jika seseorang tidak percaya persis seperti yang diajarkan oleh Kredo Nikea, apakah mereka akan dihukum ke neraka?

Memahami Allah jelas merupakan tugas yang sangat sulit bagi banyak orang. Allah mungkin terlalu kompleks untuk sepenuhnya dipahami oleh manusia.

Jadi pertanyaan sebenarnya adalah: Apakah seseorang benar-benar akan dihukum hanya karena memahami Tritunggal secara berbeda dari Kredo Nikea? 🥴